RESAH GELISAH MENGURUS VISA AUSTRALIA

Karena kesibukan yang amat sangat ( baca males 🙂 ),  akhirnya setelah sekian lama pingin punya blog kesampaian sekarang deh,  anyway Alhamdulillah…

Nah, hari ini pertama kalinya saya menulis di blog. Ummmhh bingung juga ya pingin menulis apa…, habis banyak banget sih yang ada di kepala, mau nulis pengalaman bertravelling, tentang masalah kehidupan, relationships , atau culinary ya…atau banyakkk lagi.

Baiklah… dari pada bingung-bingung, saya akan mulai dengan tema travelling saja ya. Kebetulan saya ini selain hobi banget dengan yang namanya body combat dan yoga, saya juga sukaaaa banget dengan yang namanya travelling. Memang sih sampai saat ini baru 10 negara yang saya kunjungi, tetapi Insya Allah akan terus bertambah.

Jadi ceritanya tahun lalu saya travelling ke Australia.  Saya berada di Australia sekitar 2 minggu.

Nah kali ini saya akan ceritakan bagaimana sih resah gelisahnya sewaktu mengurus Visa Australia ini, apa saja dokumen untuk buat visa Australia.

Bagi temans yang ingin jalan-jalan ke Australia, dan berniat mengurus visa sendiri (bukan melalui travel agent), wajib baca tulisan saya ini lho. Penasaran kan? Yuk yuk yuk kita lihat!

Membuat Visa Australia

Saya paling suka mengurus sesuatu sendiri, dibanding memakai jasa travel agent. Karena dengan begitu saya banyak belajar.

Namun kali ini saya agak deg-degan mengurus Visa Australia, karena saya baca-baca di internet  banyak yang  bilang  mengurus Visa Australia agak ribet dan banyak yang di tolak (wah serem), karena kalau ditolak berarti uang yang sudah kita bayarkan untuk pembuatan Visa  hilang sia-sia kan?

Gak ada sistem refund lho untuk Visa yang ditolak.

Akan tetapi ternyata gak seribet seperti yang saya bayangkan, gampang saja kok selama kita memenuhi syarat.  Jadi dokumen untuk buat visa Australia saya lampirkan pada saat membuat Visa Australia yaitu:

1. Mengisi Form Aplikasi permohonan Visa 1419

Form 1419 merupakan  form permohon visa untuk turis.  Form ini terdiri dari 17 halaman.  Sebaiknya hati-hati dalam mengisinya, memang agak ribet karena pertanyaanya cukup detail,  namun kalau tidak yakin dengan jawabannya,  kita  bisa bertanya ke petugas di sana saat pengajuan.

2. Paspor asli dan Foto Copy Paspor

Lampirkan foto copy pasport yang masih berlaku minimal 6 bulan dari tanggal rencana kedatangan.  Dan  jika punya pasport lama yang sudah expire, sebaiknya di sertakan juga  fotocopy nya, agar ada bukti bahwa kita sudah pernah berkunjung ke beberapa negara lain.

3. Foto Copy KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan NPWP

Foto copy KTP, KK dan Akte Kelahiran sangat penting, untuk membuktikan bahwa kita benar-benar Warga Negara Indonesia.

4. Foto diri terbaru

Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 dengan latar belakang warna putih.  Nanti yang dibutuhkan cuma satu lembar saja, dan foto di tempelkan pada formulir 1419

5. Foto copy rekening tabungan 3 bulan terakhir

Karena saya tidak mempunyai buku tabungan,  maka waktu itu saya datang ke bank untuk minta di print kan saldo rekening saya 3 bulan terakhir  -tidak perlu minta dibuatkan referensi bank-  yang penting setelah saldo rekening 3 bulan terkahir di print, pihak bank harus memberi cap dan paraf pada setiap lembarannya.

6. Surat Keterangan Kerja dalam Bahasa Inggris

Dari informasi yang saya baca, surat keterangan kerja diperlukan karena untuk menjamin kita akan balik lagi ke Indonesia dan tidak akan mencari kerja di Australia.  Oleh karena itu di Surat Keterangan kerja harus ditulis:

  • sudah berapa lama kita bekerja,
  • posisi kita di perusahaan,
  • berapa lama kita akan berada di Australia, dan tanggal berapa kita akan kembali bekerja.
  • surat keterangan kerja ditandatangani oleh atasan.
7. Itinerary perjalanan

Cukup membuat Itinerary secara sederhana saja, tidak perlu detail, yang penting terlihat  jelas rencana perjalanan kita akan kemana saja

8. Invitation Letter (optional)

Karena saya mempunyai teman yang tinggal di Australia,  maka saya meminta dia untuk membuatkan Invitation Letter  yang langsung dikirimkan via Pos dari Australia langsung (invitation letter harus asli), disertai dengan Foto copy ID Card, Foto copy akte lahir dan Foto copy Passport  dari orang yang membuat Invitation letter tersebut.

9. Foto Copy tagihan Kartu Kredit 3 bulan terakhir (optional)

Saat itu saya juga melampirkan Foto Copy tagihan Kartu kredit, tetapi ini tidak wajib. Saya melampirkan karena berfikir untuk meyakinkan data keuangan saya saja,  jadi  hanya inisiatif saya sendiri karena takut visa ditolak 😛

10. Foto Copy Kartu Asuransi Kesehatan (optional)

Nah, ini juga bersifat optional,  kebetulan saya mempunyai asuransi kesehatan dimana asuransi tersebut berlaku di seluruh dunia,  walau pun saya berada di Luar Indonesia,  jadi untuk meyakinkan petugas,  foto copy kartu asuransi tersebut juga saya lampirkan.

Nah setelah syarat – syarat atau dokumen untuk buat visa Australia  tersebut lengkap , maka saya langsung datang ke Australia Visa Aplication Centre ( VFS Global ) di Jakarta, yang alamatnya berada di : Kuningan City Mall Lantai 2 No. L 2 – 19,  Jl. Prof. Dr Satrio Kav. 18, Setiabudi, Kuningan, Jakarta-Selatan.  Telp 021.30418700

Selain Jakarta ada juga kantor VFS Global di Bali. Namun untuk yang tinggal luar Jakarta dan Bali, dan tidak bisa datang langsung ke VFS global,  setahu saya ada fasilitas penjemputan aplikasi, jadi nanti courier VFS yang akan datang menjemput dokumen  kita. Untuk lebih jelasnya bisa di cek di web site vfsglobal.com.

 

Yang Perlu Diperhatikan Saat Pengajuan Visa

  • Ajukan Visa sekitar 1-2 bulan sebelum keberangkatan
  • Sebaiknya tidak usah membeli tiket pesawat atau booking hotel terlebih dahulu sebelum visa di approved.  Karena tidak ada jaminan visa akan disetujui walaupun telah memiliki tiket pesawat atau hotel
  • Biaya Visa Australia tahun 2017 kemarin  totalnya sebesar Rp. 1.568.000, kemungkinanan harga bisa berubah tahun ini
  • Usahakan saldo rekening bersifat dinamis, dalam arti jangan sampai jumlah saldo rekening besar pada bulan terakhirnya saja, karena ada dana masuk yang besar.  Tetapi sebisa mungkin jumlah saldo rata-rata besarnya sama dalam 3 bulan tersebut. Hal ini untuk menghindari visa di tolak.
  • Jika pengajuan Visa diwakilkan orang lain, maka harus membuat Surat Kuasa

 

Penyebab Visa Ditolak (Tidak Diapproved)

Dari yang informasi yang saya  baca-baca di Internet, ternyata ada beberapa alasan mengapa pengajuan Visa tersebut ditolak. Sebab-sebabnya antara lain:

  • Syarat-syarat/dokumen kurang lengkap
  • Belum pernah pergi ke luar negeri sekalipun
  • Saldo rekening tidak dinamis
  • Ada dokumen yang terdeteksi palsu
  • Memiliki catatan latar belakang yang tidak baik/buruk

Nah, setelah semua syarat diserahkan ke pihak VFS Global, sekarang tinggal deg-degan nya deh, karena kita harus menunggu  hasilnya sekitar hampir dua minggu,  apakah visa tersebut di approved atau tidak.

Pihak VFS Global akan memberitahu melalui email jika visa tersebut di approved atau di tolak.

Jika kita telah mendapat email bahwa visa kita di approve, langsung saja visa tersebut kita print sendiri.  Visa Australia tidak akan ditempel di Paspor seperti di beberapa negara lain, karena ini elektronik visa (e-visa).  Dan setelah sampai Australia pun,  pihak imigrasi sana juga tidak akan menanyakan visa kita,  karena otomatis akan terlihat di sistem mereka.

Enjoying Sydney 🙂

Itulah catatan saya tentang pembuatan Visa Australia. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang sedang berburu visa Australia 🙂 Jika ada pertanyaan,  langsung saja bertanya ke saya ya, sebisa mungkin akan saya bantu menjawabnya.  Selamat berburu visa Australia!

 

Comments
  1. Doni Wiyono

    Wahh mantap nih infonya, jujur blank ga tahu kalo ngurus visa tuh bagaimana.. Dengan baca info ini jadi tercerahkan… Thanks mba 👍😀

    • sarah_auliya

      Eh Mas Don-Don…
      Thk you Mas Don udah mampir di blog aku.. hehe
      iya neh enakan urus visa sendiri dari pada pake agent… hehe

  2. Hi Mbak,

    Setau saya sekarang sudah bisa apply online di immiaccount loh, siapa tau besok2 mau ke Aussie lagi, apply via immiaccount aja Mbak 🙂

    • sarah_auliya

      Oh udah bisa ya?? mulai tahun ini?
      Wahh… klo dah bisa online, ga cape2 harus ngantri disana:)

      • Bisa sis… emang lebih enak online, langsung bisa dapat informasi, en nggak harus nunggu travel agent lagi.

        • sarah_auliya

          oowww … siip siip lah klo bgitu
          thk infonya nya ya Gee 😉

ADD YOUR COMMENT

Pin It on Pinterest

Share This